Mengenal Apa itu Emosi dan Bagaimana Implikasinya

Emosi telah digambarkan sebagai respon diskrit (tidak saling ketergantungan) dan konsisten, dengan peristiwa internal atau eksternal yang memiliki makna tertentu untuk organisme. Emosi yang singkat dalam durasi dan terdiri dari satu set tanggapan yang terkoordinasi, mencakup; mekanisme fisiologi, perilaku, dan saraf verbal.

Apa itu Emosi?

Secara umum emosi dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan mental yang timbul secara spontan melalui usaha sadar dan sering disertai dengan perubahan fisiologis, perasaan, kegembiraan, kesedihan, hormat, benci, dan cinta. Suatu pernyataan agitasi mental atau gangguan, seperti; berbicara bergetar dengan suara menunjukan emosinya. Bagian dari kesadaran yang melibatkan perasaan dan kepekaan , “Inti dari sastra adalah perang antara emosi dan kecerdasan” (Isaac Bashevis Singer)

emosi

Teorinya

Paul D. Maclean mengklaim emosi bersaing dengan tanggapan yang lebih naluriah, anatara anggota tubuh dengan penalaran yang lebih abstrak disisi lain. peningkatan potensi neuroimaging (pemetaan otak) tambahan, seperti peta yang memproyeksikan (ukuran) perilaku ke regio otak juga memungkinkan penyelidikan bagian evolusioner kuno dari otak. kemajuan neurologis yang penting berasal dari perspektif ini pada 1990-an oleh Joseph E.LeDoux dan Antonio Damasio.

Penelitian pada sosial berfokus pada penampilan fisik termasuk bahasa tubuh manusia. Sebagai contoh, meskipun tampaknya bekerja melawan individu tetapi dapat membangun reputasi seseorang sebagai seseorang yang harus ditakuti. Malu dan kebanggaan dapat memotivasi perilaku yang membantu seseorang berdiri disebuah komunitas, dan harga diri adalah perkiraan seseorang tentang status seseorang.

Teori Somatik mengklaim merupakan respon tubuh, daripada interpretasi kognitif. Pertama versi modern dari teori-teori dari William James pada tahun 1880-an. Teori ini kehilangan dukungannya di abad ke-20, namun baru-baru ini telah kembali popularitasnya karena John Cacioppo, Antonio Damasio, Joseph E. LeDoux dan Robert Zajonc yang mampu menarik bukti neurologis.

Tentang Kecerdasannya

Akar awal kecerdasan dapat ditelusuri dari karya Charles Darwin tentang pentingnya ekspresi emosional untuk kelangsungan hidup dan adaptasi. Pada tahun 1900-an, meskipun definisi tradisional intelejen menekankan aspek kognitif seperti memori dan pemecahan masalah, beberapa pengaruh.

Pandangan Gardner, jenis tradisional kecerdasan, seperti IQ gagal untuk sepenuhnya menjelaskan kemampuan kognitif Jadi, meskipun nama-nama yang diberikan kepada konsep bervariasi, ada kepercayaan umum bahwa definisi tradisional kecerdasar kurang dalam kemampuan untuk sepenuhnya menjelaskan hasil kinerja.

Biopsikologi Pembelajaran Perilaku | Emosi, Spiritual dan Implikasinya | Dr. Wowo Sunaryo Kuswana | hlm. 213-241

Tanggapi dan komen kami jika ada sesuatu yang keliru kami siap menerima masukan, atau bisa hubungi kami lewat Contact Us