Pembelajaran Berdiferensiasi: Pengertian, Tujuan, Konsep

Pengertian, Tujuan Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi memiliki pengertian secara luas dikemukakan oleh Tomlinson dan McTighe pada Tahun 2006, pembelajaran ini memfokuskan diri pada siapa yang mengajar, dimana mengajar, dan bagaimana mengajar.

Pengertian lain dikemukakan oleh Theroux pada Tahun 2004, yang menyatakan bahwa pembelajaran ini berarti pembelajaran yang menciptakan berbagai jalur sehingga perbedaan kemampuan , minat dan pengalaman siswa diserap, digunakan, dikembangkan, dan disajikan sebagai sebuah konsep pembelajaran sehari-hari.

Tujuan utama dari pembelajaran berdiferensiasi adalah untuk membiasakan guru memfokuskan diri dalam proses dan prosedur pembelajaran sehingga terbangunlah pembelajaran yang efektif pada siswa yang bervariasi

Konsep dan Penerapannya

  1. Pembelajaran dengan konsep dan prinsip memberikan dorongan. Seluruh siswa memiliki peluang untuk mengeksplorasi dan mengaplikasikan konsep-konsep kunci matapelajaran yang sedang dipelajarinya. Pembelajaran mampu melibatkan siswa yang berkesulitan belajar untuk berkembang dan menggunakan kekuatan ide-idenya secara optimal. Dan pada saat yang sama siswa yang telah mahir memperluas pemahamannya dan mengaplikasikan konsep-konsep kunci dan prinsip belajar.
  2. Penilaian berkelanjutan terhadap kesiapan dan perkembangan belajar siswa dipadukan kedalam kurikulum. Guru tidak berasumsi bahwa seluruh siswa memerlukan pemberian tugas. Dan segmentasi belajar yang sama tetapi secara berkelanjutan mengukur kesiapan minat belajar siswa. Guru harus mendorong siswa ketika siswa membutuhkan pembelajaran tambahan dan bimbingan. Dan perluasan eksplorasi ketika terdapat indikasi siswa atau sekelompok siswa siap untuk melanjutkan pembelajaran ke tingkat kompleksitas yang lebih tinggi.
  3. Digunakannya pengelompokan secara fleksibel dan konsisten. Dalam pembelajaran berdiferensiasi siswa belajar dalam beragam pola belajar. Pada saat tertentu mereka belajar mandiri, belajar berbagi, dan belajar berkelompok. Tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa dipilih berdasarkan pertimbangan tingkat kesiapan, minat dan gaya belajar siswa. Namun disaat tertentu tugas yang diberikan juga dapat dikembangkan berdasarkan kombinasi tingkat kesiapan, minat dan gaya belajar siswa. Pembelajaran kelas juga masih dapat digunakan terutama untuk memperkenalkan sebuah konsep atau ide baru untuk memaparkan hasil belajar.
  4. Siswa secara aktif bereksplorasi di bawah bimbingan dan arahan guru. Karena beragam aktivitas akan terjadi secara berkelanjutan didalam kelas, guru lebih berperan sebagai fasilitator dan pembimbing belajar dibanding sebagai penyampai informasi pembelajaran berdiferensiasi. Dengan demikian merupakan pembelajaran yang dikembangkan untuk membentuk kemandirian siswa dalam belajar, baik dala hal memikirkan, merencanakan, dan mengevaluasi tujuan belajarnya. Berdasarkan kenyataan ini pembelajaran berdiferensiasi secara implisit menggambarkan bahwa penentuan tujuan pembelajaran dilakukan secara bersamaan antara guru dengan siswa berdasarkan kesiapan, minat, dan profil belajar siswa. Penilaian dilakukan terhadap perkembangan belajar siswa dan ketercapaian tujuan pembelajaran.

Pembelajaran Multiliterasi Dr. Yunus Abidin, M.Pd | hlm. 73-75

Tanggapi dan komen kami jika ada sesuatu yang keliru kami siap menerima masukan, atau bisa hubungi kami lewat Contact Us