Tahapan pembelajaran model pembelajaran multiliterasi merupakan bagian dari sintaks dasar model pembelajaran multiliterasi. Sintaks dasar model pembelajaran multiliterasi ini terdiri atas tiga fase besar yakni fase praaktivitas, fase aktivitas, dan fase pascaaktifitas.

Tahapan pembelajaran: fase praaktivitas

Pada tahap ini siswa melakukan berbagai aktivitas persiapan belajar meliput pembangkitan skemata; membangun prediksi; membuat pemandu dan tujuan belajar; mengaitkan konteks yang akan dipelajari dengan dirinya, kehidupannya, dan konteks lain yang pernah dipelajari; menggunakan strategi menduga; merumuskan hipotesis; menemukan dan menetapkan berbagai sumber informasi; mengenal konsep, struktur dan fungsi media; menetapkan tema, topik, atau masalah yang akan dipelajari; membuat kerangka kerja, berpikir, ide, dan konsep, dan berbagai jenis aktivitas persiapan belajar lainnya.

Berbagai aktivitas persiapan belajar tersebut tentu tidak seluruhnya digunakan dalam satu kali proses pembelajaran. Penggunaan berbagai aktivitas disini akan sangat bergantung pada tujuan model, orientasi belajar, dan hasil belajar yang ditetapkan.

Fase Aktivitas

Pada fase ini siswa melakukan berbagai aktivitas belajar. Aktivitas belajar yang dapat dilakukan siswa meliputi aktivitas membaca teks; menulis draft; menyampaikan ide dan gagasan secara lisan maupun tulisan; melakukan aktivitas obervasi, penelitian, pengamatan, percobaan, dan kegiatan eksperimental lainnya; beradu argumentasi; bertukar pendapat dan ide; debat inisiasi; menyunting tulisan; mengkaji, menganalisis, menginferensi, menyintesis, dan menyimpulkan informasi, data, maupun karya; mentransformasi ide, teks, data, dan informasi; menguji, menganalisis, dan mengkritisi informasi dan atau fenomena sosial; menarik dan membangun makna; dan aktivitas belajar lainnya.

Berbagai aktivitas belajar tersebut tentu tidak seluruhnya digunakan dalam satu kali proses pembelajaran. Penggunaan berbagai aktivitas disini akan sangat bergantung pada tujuan model, orientasi belajar, dan hasil belajar yang ditetapkan.

Fase Pascaaktivitas

Pada fase ini siswa melakukan berbagai ativitas belajar yang mencerminkan keberhasilan proses belajar yang dilakukannya. Beberapa aktivitas belajar yang dapat dilakukan pada fese ini meliputi aktivitas menguji pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan; memproduksi berbagai produk hasil belajar; mengomunikasikan karya akhir yang dibuat; menyajikan performa kerja sebagai hasil kegiatan belajar; mentrasnfer pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pada konteks lain; menentukan rencana tindak lanjut belajar; menyelenggarakan kegiatan showcase/pameran karya; dan berbagai aktivitas lain.

Hal yang perlu diingat bahwa aktivitas ini harus memayungi berbagai media representasional yang dipilih siswa sebagai sarana untuk mendemontrasikan hasil belajar yang dicapainya. Keberterimaan berbagai media representasional ini menjadi prasyarat mutlak agar pembelajaran yang dilakukan tetap memiliki ciri multikompetensi, integratif, dan berdiferensiasi serta tentu saja bersifat reaksional edukatif.

Pembelajaran Multiliterasi Dr. Yunus Abidin, M.Pd | hlm. 105-107

Tanggapi dan komen kami jika ada sesuatu yang keliru kami siap menerima masukan, atau bisa hubungi kami lewat Contact Us

2 Comments

  1. Budaya Menulis dan Multiliterasi | Ngaderes | Kudu Maca Biar Cerdas

    […] harus dimiliki oleh setiap mahasiswa. Kemampuan tersebut didukung dengan adanya model pembelajaran multiliterasi.Pembelajaran multiliterasi merupakan konsep keterampilan berbahasa dipadukan dengan berbagai macam […]

  2. Bedah Buku
    Bedah Buku

    betul sekali membaca dan menuliskan kembali hasil dari yang sudah dibaca, hal tersebut harus menjadi budaya 👌

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *